Home » , » Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care)

Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care)

Written By Sigit Harya Hutama on Rabu, 01 Januari 2014 | 09.05


A.   Pendahuluan
Menurut badan kesehatan dunia WHO, kesehatan adalah Hak Fundamental setiap manusia. Amandemen UUD ’45 Psl 28 H ayat (1) menyatakan pula bahwa kesehatan merupakan investasi pembangunan bangsa. Tanggung jawab pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditujukan kepada pemerintah saja, akan tetapi juga merupakan tanggung jawab individu untuk membangun kesehatan. Setiap orang harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat secara mandiri.
Kesehatan merupakan faktor penting pembangunan manusia. Kesehatan status kesehatan mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk meningkatkan tingkat pendidikan dan pada gilirannya mempengaruhi produktivitas masyarakat. Status kesehatan masyarakat juga sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Kemiskinan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang layak, obat-obatan yang memadai dan bahkan memelihara lingkungan yang sehat.
Dalam perhitungan IPM atau indeks pembangunan manusia, kesehatan diukur dengan angka harapan hidup. Supaya perhitungan IPM ini dapat benar-benar bisa digunakan untuk perencanaan pembangunan suatu wilayah, maka perlu dikaji secara mendalam berbagai faktor yang terkait dengan dimensi penyusunannya (kesehatan, pendidikan, dan pendapatan). Terkait dengan aspek kesehatan perlu mengkaji berbagai upaya peningkatan angka harapan hidup. Berdasar hasil kajian tersebut perlu diusulkan berbagai macam kebijakan dan program prioritas sebagai masukan untuk perencanaan pembangunan. Tentunya perlu melibatkan berbagai stakeholder dari wilayah yang bersangkutan yang mengetahui kondisi wilayahnya dengan baik.





Gambar 1. Faktor kesehatan yang mempengaruhi Indeks Pembangunan  Manusia


Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan.  Dalam UU Pokok Kesehatan No. 39 tahun 2009, Bab I Pasal 1 Ayat 1 memberikan definisi bahwa kesehatan merupakan keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
Untuk mengetahui bagaimana status gizi seseorang bisa terbentuk bisa menggunakan determinan kesehatan. Determinan kesehatan merupakan faktor-faktor yang menentukan dan mempengaruhi (membentuk)  status kesehatan dari individu atau masyarakat.  Menurut Bloom, 1978, yang termasuk ke dalam determinan kesehatan meliputi genetik, lingkungan, pelayanan kesehatan, dan perilaku individu. Determinan kesehatan pada penyakit degenerative berupa : genetik: bakat penyakit dari seorang individu yang diturunkan oleh orang tuanya; misalnya hipertensi, Diabetes Melitus dan sebagaianya. Lingkungan meliputi keterpaparan individu dari hal yang menyebabkan penyakit degenerative, misalnya terpapar radiasi dan lain-lain. Determinan perilaku dalam hal penyakit degenerative misalnya adalah gaya hidup individu yang menyebabkan munculnya penyakit degenaratif, misanya gemar mengkonsumsi diet yang tinggi kolesterol, MSG, dan lain-lain. Determinan pelayanan kesehatan pada penyakit degenerative meliputi kemampuan dan ketersediaan institusi pelayanan kesehatan dalam menangani penyakit degenerative.



Gambar 2. Determinan (faktor penentu) kesehatan


Telah diketahu bahwa untuk dapat meningkatkan derajat kesejahteraan hidup masyarakat, perlulah diselenggarakan antara lain pelayanan kesehatan (health services) yang sebaik-baiknya. Adapun yang dimaksudkan dengan pelayanan kesehatan disini ialah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengobati serta memulihkan kesehatan perorangan, kelompok serta masyarakat. Untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat yang baik, banyak hal yang harus diperhatikan. Salah satu diantaranya ialah yang menyangkut frekwensi, penyebaran serta faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Dari sudut ilmu kesehatan masyarakat (public health science), kegiatan yang dimaksud untuk mempelajari masalah seputar frekwensi, penyebaran serat faktor-faktor yang mempengaruhi frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan yang ada di masyarakat, termasuk dalam cabang ilmu epidemiologi.
Adanya kesenjangan derajat kesehatan antara  negara maju dan negara berkembang, antara masyarakat golongan kaya dan miskin atau terpencil merupakan merupakan hal yang sering kita jumpai. Hal ini terjadi dikarenakan potensi di masyarakat belum didayagunakan secara baik, selanin itu peran serta masyarakat dirasa masih minim.
Berbicara tentang pelayanan kesehatan primer atau primary health care akan kurang pas apabila belum mengetahui apa arti istilah yang dimaksud. Pelayanan kesehatan primer merupakan pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan pada metode dan teknologi yang secara praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat, melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semanggat untuk hidup mandiri ( Self reliance ) dan menentukan nasib sendiri ( self Determination ). Secara singkat dapat diartikan sebagai strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk semua penduduk.

B.   Visi, Misi, dan Strategi PHC

1.    VISI PHC :
Visi PHC adalah menjadi katalisator dan media untuk menjadikan Indonesia sehat

2.    MISI PHC
a.    Memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan melalui pendekatan keluarga.
b.    Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menumbuhkan potensi keluarga/masyarakat dan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat)
c.    Meningkatkan kemitraan di bidang kesehatan seperti pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas sektoral.
d.    Menumbuhkan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan seperti mengutamakan kemandirian keluarga & pendanaan
e.    Memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mewujudkan keluarga mandiri di bidang kesehatan

3.    Strategi PHC
a.    Mewujudkan kemandirian masy. Dlm bid. Kesehatan termasuk pendanaan
b.    Mengoptimalkan teknologi tepat guna dlm. Mewujudkan lingkungan sehat bagi masyarakat.
c.    Mengembangkan kebersamaan dlm mengatasi masalah kesehatan


C.   Tujuan PHC
1.    Tujuan Umum
Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan
2.    Tujuan Khusus
a.    Pelayanan harus mencapai keseluruhan pendudukan yang dilayani
b.    Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani
c.    Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
d.    Pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber – sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

D.   Unsur Utama PHC
1.    Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan
2.    Melibatkan peran serta masyarakat
3.    Melibatkan kerjasama lintas sektoral

E.   Prinsip Dasar PHC
1.    Pemerataan upaya kesehatan
2.    Penekanan pada upaya preventif
3.    Menggunakan tehnologi tepat guna
4.    Melibatkan peran serta masyarakat
5.    Melibatkan kerjasama lintas sektoral

F.    Ciri-Ciri PHC
1.    Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat
2.    Pelayanan yang menyeluruh
3.    Pelayanan yang terorganisasi
4.    Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
5.    Pelayanan yang berkesinambungan
6.    Pelayanan yang progresif
7.    Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga
8.    Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja

G.   Delapan Element PHC.
1. Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya
2.    Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan gizi
3.    Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar
4.    Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana
5.    Immuniasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama
6.    Pencegahan dan pengendalian penyakit endemik setempat
7.    Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa
8.    Penyediaan obat-obat essensial

H.   Pelayanan Kesehatan Dasar (SKN)
Sesuai dengan  Sistem Kesehatan Nasional (SKN Tahun 2004) bahwa Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan di tingkat pertama maka Puskesmas mempunyai peranan yang sangat trategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya yaitu dalam kecamatan yang pada akhirnya ikut juga meningkatkan derajat kesehatan Bangsa Indonesia.  Puskesmas adalah salah satu bentuk pelaksanaan PHC di Indonesia, karena ada bentuk lainnya. Untuk itulah, Puskesmas memiliki program dasar yang terdiri dari 6 program antara lain:
1.    Promosi Kesehatan
2.    KIA dan KB
3.    Perbaikan Gizi
4.    Kesehatan Lingkungan
5.    Pemberantasan Penyakit Menular
6.    Pengobatan

Untuk mengetahui apa maksud dari program-program tersebut, simak penjelasannya di bawah ini.
1.    Program KIA & KB
-       Penjabaran tujuan MDG’s
-       Sasaran Ibu, bayi dan Balita, Kelompok rentan & kritis menentukan kelangsungan hidup
-       Permasalahan : Persalinan oleh non tenaga kesehatan, keterlambatan merujuk
-       Pentingnya cakupan imunisasi, cegah & atasi PD3I (Penyakit yg Dapat Dicegah Dengan Imunisasi)
-       Masalah Diare & Status Gizi
-       Pelayanan KIA ditujukan pada :
·         Ante Natal Care (Masa kehamilan)
·         Pertolongan persalinan
·         Peri Natal (Masa Nifas) & Pemberian ASI
-       Peningkatan pelayanan dengan Bidan Desa
·         Tolok ukur keberhasilan :
·         Cakupan Imunisasi TT (TT1 & TT2),
·         Cakupan K1 & K4 (Kunjungan Bumil periksa)
·         Cakupan persalinan nakes (tenaga kesehatan),
·         Cakupan imunisasi TT
·         Kunjungan Posyandu

2.    Program Perbaikan Gizi
-       Ujung tombak pelayanan : Posyandu , terpadu degan  KIA, KB, Gizi, Imunisasi, P2M (Diare, ISPA)
-       Masalah Gizi di Indonesia didominasi persoalan Gizi Kurang
·         Kekurangan Energi Protein (KEP)
·         Kekurangan Vitamin A (KVA)
·         Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
·         Anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil & balita
·         Masalah Gizi terkait dengan : status ekonomi, pengetahuan, penyakit infeksi dan program2 gizi masyarakat.
-       Program UPGK (Upaya Perbaikan Gizi Keluarga)
Kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk melembagakan upaya peniingkatan gizi pada keluarga
Kerjasama lintas sektoral : Depkes, Dep Pertanian, BKKBN, Depdagri, Depdiknas, Swadaya masyarakat – PKK, dll

3.    Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
-       Terjadi transisi epidemiologi (Perubahan pola penyakit menular menjadi tidak menular)
-       Penyakit menular masih cukup tinggi & beragam
-       Pentingnya pemahaman Natural History of Disease
-       Cara penularan :
·         Secara Kontak baik langsung / tdk langsung (TBC, Diphteri, Pertusis, Tetanus, Campak, Polio, Sifilis, Gonorhea, influensa, dll)
·         Melalui wahana / vehicle : air, makanan, minuman, serum  (Amubiasis, askariasis, hepatitis, serum, demam tiphoid, kholera, TBC, Disentry, Polio, dll)
·         Melalui Vektor (Binatang penular: Nyamuk, lalat, dll) (Malaria, DHF, Yellow fever, Filariasis, Trakhoma, dll
-       Kriteria prioritas pemberantasan :
·         Tingginya Mortalitas & Morbiditas, disability & kecacatan
·         Potensi wabah (Kejadian Luar Biasa)
·         Potensi keresahan & kerugian
·         Menyerang kelompok masyarakat khusus (ex: Bayi, Balita, Anak sekolah, daerah pedalaman dan perbatasan, dll)
·         Tersedia IPTEK penanggulangan
·         Adanya dukungan Perundangan, Kebijakan  & Konvensi Internasional
-       Monitoring & surveilans epidemiologis : pemantauan data kasus penyakit secara terus menerus
-       Upaya pencegahan, melalui konseling, penyuluhan & imunisasi
-       Upaya penemuan kasus secara pasif & aktif (screening) pada kelompok resiko tinggi
-       Pengobatan
-       Penanganan KLB

4.    Program Penyehatan Lingkungan
-       Peran Lingkungan :
·         Predisposing factors, pendukung timbulnya penyakit
·         Penyebab Langsung (Cuaca, panas, dll)
·     Media Transmisi (Water-born disease, air-born disesase, food-born disease, dll)
·         Faktor pengaruh perjalanan penyakit
-       Kegiatan terintegrasi & mendukung program lainnya pada pelayanan dasar atau Kegiatan khusus yang diprogramkan puskesmas / Dinkes
-       Bentuk program :
·         Pendataan, Pembinaan, pengawasan, pembuatan model, penggerakan PSM,
·         Klinik sanitasi puskesmas: pelacakan penyakit berbasis lingkungan
-       Indikator Program Penyehatan Lingkungan
·         Penduduk mendapat SAB (Sarana Air Bersih)
·         Sumber air (SA, SG, PAM, )
·         Jumlah penduduk menggunakan Jamban Keluarga (jaga)
·         Jumlah rumah tangga dengan Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL)
·         Jumlah Tempat Tempat Umum (TTU) yg penuhi syarat
·         Jumlah Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)  yg penuhi syarat

5.    Upaya Pengobatan
-       Upaya kesehatan / pemanfaatan yankesh umumnya diasosiasikan dengan pengobatan
-       Penekanan pengobatan pada :
-       Pelayanan Gawat Darurat
-       Early diagnosis & prompt treatment
-       Passive case finding
-       Rujukan penderita
-       Pemantauan & pencegahan KLB
-       Integrasi dengan promosi kesehatan


Referensi:
Ircham Machfoedz dan Eko Suryani.2008. Pendidikan Kesehatan Bagian Dari Promosi Kesehatan. Fitramaya.Yogyakarta
Warta Demografi vol. 39 no. 03 (2009), halaman 12-17.
UU Pokok Kesehatan No. 39 tahun 2009, Bab I Pasal 1 Ayat 1


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright © 2013. Sebuah Catatan Untuk Dibagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger