A.
Pendahuluan
Menurut badan
kesehatan dunia WHO, kesehatan adalah Hak Fundamental setiap manusia. Amandemen
UUD ’45 Psl 28 H ayat (1) menyatakan pula bahwa kesehatan merupakan investasi
pembangunan bangsa. Tanggung jawab pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditujukan
kepada pemerintah saja, akan tetapi juga merupakan tanggung jawab individu
untuk membangun kesehatan. Setiap orang harus memiliki kemauan dan kemampuan
untuk hidup sehat secara mandiri.
Kesehatan merupakan
faktor penting pembangunan manusia. Kesehatan status kesehatan mempengaruhi
kemampuan masyarakat untuk meningkatkan tingkat pendidikan dan pada gilirannya
mempengaruhi produktivitas masyarakat. Status kesehatan masyarakat juga sangat
erat kaitannya dengan kemiskinan. Kemiskinan menyebabkan masyarakat kesulitan
untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang layak, obat-obatan yang memadai dan bahkan
memelihara lingkungan yang sehat.
Dalam perhitungan IPM
atau indeks pembangunan manusia, kesehatan diukur dengan angka harapan hidup. Supaya
perhitungan IPM ini dapat benar-benar bisa digunakan untuk perencanaan
pembangunan suatu wilayah, maka perlu dikaji secara mendalam berbagai faktor
yang terkait dengan dimensi penyusunannya (kesehatan, pendidikan, dan
pendapatan). Terkait dengan aspek kesehatan perlu mengkaji berbagai upaya
peningkatan angka harapan hidup. Berdasar hasil kajian tersebut perlu diusulkan
berbagai macam kebijakan dan program prioritas sebagai masukan untuk
perencanaan pembangunan. Tentunya perlu melibatkan berbagai stakeholder dari
wilayah yang bersangkutan yang mengetahui kondisi wilayahnya dengan baik.
Gambar 1. Faktor
kesehatan yang mempengaruhi Indeks Pembangunan
Manusia
Kesehatan merupakan
investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting
dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang
sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam
pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu
komponen utama selain pendidikan dan pendapatan. Dalam UU Pokok Kesehatan No. 39 tahun 2009,
Bab I Pasal 1 Ayat 1 memberikan definisi bahwa kesehatan merupakan keadaan
sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan
seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
Untuk mengetahui
bagaimana status gizi seseorang bisa terbentuk bisa menggunakan determinan
kesehatan. Determinan kesehatan merupakan faktor-faktor yang menentukan dan mempengaruhi (membentuk) status
kesehatan dari individu atau masyarakat. Menurut Bloom,
1978, yang termasuk ke dalam determinan kesehatan meliputi genetik, lingkungan, pelayanan kesehatan,
dan perilaku individu. Determinan kesehatan pada penyakit degenerative
berupa : genetik: bakat penyakit dari seorang individu yang diturunkan oleh
orang tuanya; misalnya hipertensi, Diabetes Melitus dan sebagaianya. Lingkungan
meliputi keterpaparan individu dari hal yang menyebabkan penyakit degenerative,
misalnya terpapar radiasi dan lain-lain. Determinan perilaku dalam hal penyakit
degenerative misalnya adalah gaya hidup individu yang menyebabkan munculnya
penyakit degenaratif, misanya gemar mengkonsumsi diet yang tinggi kolesterol,
MSG, dan lain-lain. Determinan pelayanan kesehatan pada penyakit degenerative
meliputi kemampuan dan ketersediaan institusi pelayanan kesehatan dalam
menangani penyakit degenerative.
Gambar 2. Determinan
(faktor penentu) kesehatan
Telah diketahu bahwa
untuk dapat meningkatkan derajat kesejahteraan hidup masyarakat, perlulah
diselenggarakan antara lain pelayanan kesehatan (health services) yang sebaik-baiknya.
Adapun yang dimaksudkan dengan pelayanan kesehatan disini ialah setiap upaya
yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengobati serta
memulihkan kesehatan perorangan, kelompok serta masyarakat. Untuk dapat
menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat yang baik, banyak hal yang
harus diperhatikan. Salah satu diantaranya ialah yang menyangkut frekwensi,
penyebaran serta faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan penyebaran
masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Dari sudut ilmu kesehatan masyarakat
(public health science), kegiatan yang dimaksud untuk mempelajari masalah
seputar frekwensi, penyebaran serat faktor-faktor yang mempengaruhi frekwensi
dan penyebaran masalah kesehatan yang ada di masyarakat, termasuk dalam cabang
ilmu epidemiologi.
Adanya kesenjangan
derajat kesehatan antara negara maju dan
negara berkembang, antara masyarakat golongan kaya dan miskin atau terpencil
merupakan merupakan hal yang sering kita jumpai. Hal ini terjadi dikarenakan potensi
di masyarakat belum didayagunakan secara baik, selanin itu peran serta
masyarakat dirasa masih minim.
Berbicara tentang
pelayanan kesehatan primer atau primary
health care akan kurang pas apabila belum mengetahui apa arti istilah yang
dimaksud. Pelayanan kesehatan primer merupakan pelayanan kesehatan pokok yang
berdasarkan pada metode dan teknologi yang secara praktis, ilmiah dan sosial
yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam
masyarakat, melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang
dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat
perkembangan mereka dalam semanggat untuk hidup mandiri ( Self reliance ) dan
menentukan nasib sendiri ( self Determination ). Secara singkat dapat diartikan
sebagai strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari
pelayanan kesehatan untuk semua penduduk.
B. Visi, Misi, dan Strategi PHC
1. VISI PHC :
Visi PHC adalah menjadi katalisator dan media untuk menjadikan Indonesia sehat
Visi PHC adalah menjadi katalisator dan media untuk menjadikan Indonesia sehat
2. MISI PHC
a. Memberdayakan masyarakat
di bidang kesehatan melalui pendekatan keluarga.
b. Meningkatkan
kesehatan masyarakat dengan menumbuhkan potensi keluarga/masyarakat dan PHBS (perilaku
hidup bersih dan sehat)
c. Meningkatkan kemitraan
di bidang kesehatan seperti pelaksanaan kerjasama lintas program dan lintas
sektoral.
d. Menumbuhkan kesadaran
masyarakat di bidang kesehatan seperti mengutamakan kemandirian keluarga &
pendanaan
e. Memanfaatkan
teknologi tepat guna untuk mewujudkan keluarga mandiri di bidang kesehatan
3. Strategi PHC
a. Mewujudkan kemandirian masy. Dlm bid. Kesehatan termasuk pendanaan
b. Mengoptimalkan teknologi tepat guna dlm. Mewujudkan lingkungan sehat
bagi masyarakat.
c. Mengembangkan kebersamaan dlm mengatasi masalah kesehatan
C.
Tujuan PHC
1.
Tujuan
Umum
Mencoba menemukan
kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan
dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan
2.
Tujuan
Khusus
a.
Pelayanan
harus mencapai keseluruhan pendudukan yang dilayani
b.
Pelayanan
harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani
c.
Pelayanan
harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
d.
Pelayanan
harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber – sumber daya lain dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat.
D.
Unsur Utama PHC
1. Mencakup upaya-upaya
dasar kesehatan
2. Melibatkan peran
serta masyarakat
3. Melibatkan kerjasama
lintas sektoral
E.
Prinsip Dasar PHC
1. Pemerataan upaya
kesehatan
2. Penekanan pada upaya
preventif
3. Menggunakan tehnologi
tepat guna
4. Melibatkan peran
serta masyarakat
5. Melibatkan kerjasama
lintas sektoral
F. Ciri-Ciri PHC
1. Pelayanan yang utama
dan intim dengan masyarakat
2. Pelayanan yang
menyeluruh
3. Pelayanan yang
terorganisasi
4. Pelayanan yang
mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
5. Pelayanan yang
berkesinambungan
6. Pelayanan yang
progresif
7. Pelayanan yang berorientasi
kepada keluarga
8. Pelayanan yang tidak
berpandangan kepada salah satu aspek saja
G.
Delapan Element PHC.
1. Pendidikan
mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya
2. Peningkatan penyediaan
makanan dan perbaikan gizi
3. Penyediaan air bersih
dan sanitasi dasar
4. Kesehatan ibu dan
anak termasuk keluarga berencana
5. Immuniasi terhadap penyakit-penyakit
infeksi utama
6. Pencegahan dan
pengendalian penyakit endemik setempat
7. Pengobatan penyakit
umum dan ruda paksa
8. Penyediaan obat-obat
essensial
H.
Pelayanan Kesehatan
Dasar (SKN)
Sesuai
dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN Tahun 2004) bahwa Puskesmas
merupakan unit pelayanan kesehatan di tingkat pertama maka Puskesmas mempunyai
peranan yang sangat trategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
dalam wilayah kerjanya yaitu dalam kecamatan yang pada akhirnya ikut juga
meningkatkan derajat kesehatan Bangsa Indonesia. Puskesmas adalah salah satu bentuk pelaksanaan PHC di
Indonesia, karena ada bentuk lainnya. Untuk itulah, Puskesmas memiliki program
dasar yang terdiri dari 6 program antara lain:
1. Promosi Kesehatan
2. KIA dan KB
3. Perbaikan Gizi
4. Kesehatan Lingkungan
5. Pemberantasan
Penyakit Menular
6. Pengobatan
Untuk mengetahui apa
maksud dari program-program tersebut, simak penjelasannya di bawah ini.
1.
Program
KIA & KB
-
Penjabaran
tujuan MDG’s
-
Sasaran
Ibu, bayi dan Balita, Kelompok rentan & kritis menentukan kelangsungan
hidup
-
Permasalahan
: Persalinan oleh non tenaga kesehatan, keterlambatan merujuk
-
Pentingnya
cakupan imunisasi, cegah & atasi PD3I (Penyakit yg Dapat Dicegah Dengan
Imunisasi)
-
Masalah
Diare & Status Gizi
-
Pelayanan
KIA ditujukan pada :
·
Ante
Natal Care (Masa kehamilan)
·
Pertolongan
persalinan
·
Peri
Natal (Masa Nifas) & Pemberian ASI
-
Peningkatan
pelayanan dengan Bidan Desa
·
Tolok
ukur keberhasilan :
·
Cakupan
Imunisasi TT (TT1 & TT2),
·
Cakupan
K1 & K4 (Kunjungan Bumil periksa)
·
Cakupan
persalinan nakes (tenaga kesehatan),
·
Cakupan
imunisasi TT
·
Kunjungan
Posyandu
2.
Program
Perbaikan Gizi
-
Ujung
tombak pelayanan : Posyandu , terpadu degan
KIA, KB, Gizi, Imunisasi, P2M (Diare, ISPA)
-
Masalah
Gizi di Indonesia didominasi persoalan Gizi Kurang
·
Kekurangan
Energi Protein (KEP)
·
Kekurangan
Vitamin A (KVA)
·
Gangguan
Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
·
Anemia
defisiensi zat besi pada ibu hamil & balita
·
Masalah
Gizi terkait dengan : status ekonomi, pengetahuan, penyakit infeksi dan
program2 gizi masyarakat.
-
Program
UPGK (Upaya Perbaikan Gizi Keluarga)
Kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk
melembagakan upaya peniingkatan gizi pada keluarga
Kerjasama lintas sektoral : Depkes, Dep
Pertanian, BKKBN, Depdagri, Depdiknas, Swadaya masyarakat – PKK, dll
3.
Pemberantasan
Penyakit Menular (P2M)
-
Terjadi
transisi epidemiologi (Perubahan pola penyakit menular menjadi tidak menular)
-
Penyakit
menular masih cukup tinggi & beragam
-
Pentingnya
pemahaman Natural History of Disease
-
Cara
penularan :
·
Secara
Kontak baik langsung / tdk langsung (TBC, Diphteri, Pertusis, Tetanus, Campak,
Polio, Sifilis, Gonorhea, influensa, dll)
·
Melalui
wahana / vehicle : air, makanan, minuman, serum
(Amubiasis, askariasis, hepatitis, serum, demam tiphoid, kholera, TBC,
Disentry, Polio, dll)
·
Melalui
Vektor (Binatang penular: Nyamuk, lalat, dll) (Malaria, DHF, Yellow fever,
Filariasis, Trakhoma, dll
-
Kriteria
prioritas pemberantasan :
·
Tingginya
Mortalitas & Morbiditas, disability & kecacatan
·
Potensi
wabah (Kejadian Luar Biasa)
·
Potensi
keresahan & kerugian
·
Menyerang
kelompok masyarakat khusus (ex: Bayi, Balita, Anak sekolah, daerah pedalaman
dan perbatasan, dll)
·
Tersedia
IPTEK penanggulangan
·
Adanya
dukungan Perundangan, Kebijakan &
Konvensi Internasional
-
Monitoring
& surveilans epidemiologis : pemantauan data kasus penyakit secara terus
menerus
-
Upaya
pencegahan, melalui konseling, penyuluhan & imunisasi
-
Upaya
penemuan kasus secara pasif & aktif (screening) pada kelompok resiko tinggi
-
Pengobatan
-
Penanganan
KLB
4.
Program
Penyehatan Lingkungan
-
Peran
Lingkungan :
·
Predisposing
factors, pendukung timbulnya penyakit
·
Penyebab
Langsung (Cuaca, panas, dll)
· Media
Transmisi (Water-born disease, air-born disesase, food-born disease, dll)
·
Faktor
pengaruh perjalanan penyakit
-
Kegiatan
terintegrasi & mendukung program lainnya pada pelayanan dasar atau Kegiatan
khusus yang diprogramkan puskesmas / Dinkes
-
Bentuk
program :
·
Pendataan,
Pembinaan, pengawasan, pembuatan model, penggerakan PSM,
·
Klinik
sanitasi puskesmas: pelacakan penyakit berbasis lingkungan
-
Indikator
Program Penyehatan Lingkungan
·
Penduduk
mendapat SAB (Sarana Air Bersih)
·
Sumber
air (SA, SG, PAM, )
·
Jumlah
penduduk menggunakan Jamban Keluarga (jaga)
·
Jumlah
rumah tangga dengan Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL)
·
Jumlah
Tempat Tempat Umum (TTU) yg penuhi syarat
·
Jumlah
Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yg
penuhi syarat
5.
Upaya
Pengobatan
-
Upaya
kesehatan / pemanfaatan yankesh umumnya diasosiasikan dengan pengobatan
-
Penekanan
pengobatan pada :
-
Pelayanan
Gawat Darurat
-
Early
diagnosis & prompt treatment
-
Passive
case finding
-
Rujukan
penderita
-
Pemantauan
& pencegahan KLB
-
Integrasi
dengan promosi kesehatan
Referensi:
Ircham
Machfoedz dan Eko Suryani.2008. Pendidikan Kesehatan Bagian Dari Promosi
Kesehatan. Fitramaya.Yogyakarta
Warta
Demografi vol. 39 no. 03 (2009), halaman 12-17.
UU Pokok Kesehatan No. 39
tahun 2009, Bab I Pasal 1 Ayat 1
.png)


0 komentar:
Posting Komentar